Akomodasi perhotelan tidak dapat dipisahkan dengan pariwisata. Tanpa kegiatan kepariwisataan, akomodasi perhotelan akan lumpuh. Pariwisata tanpa hotel pun suatu hal yang tidak mungkin. Apalagi kalau kita berbicara pariwisata sebagai suatu industri. Hotel termasuk sarana pokok kepariwisataan. Ini berarti hidup dan kehidupannya tergantung pada banyak atau sedikitnya wisatawan yang datang. Bila kita umpamakan industri pariwisata itu sebagai suatu bangunan, maka sektor perhotelan merupakan tiangnya.
Di dalam industri pariwisata, hotel bukanlah satu-satunya bentuk akomodasi bagi wisatawan dan traveller. Masih banyak akomodasi lain yang perlu kita ketahui atau bisa juga dijadikan pilihan bila tidak ingin menginap di hotel, antara lain:
Motel (Motor Hotel) yaitu sejenis akomodasi yang timbul dan berkembang sebagai akibat semakin ramainya lalu lintas wisatawan yang menggunakan mobil pribadi. Motel biasanya terdapat di sepanjang jalan raya (high way) yang menghubungkan antara dua kota penting. Motel menyediakan ruang parkir serta perlengkapan service kendaraan, dan juga perlengkapan dapur apabila ingin memasak.
Apotel (Apartment Hotel) adalah semacam akomodasi yang dibangun menyerupai apartment, namun dapat disewakan untuk jangka waktu tertentu (biasanya seminggu atau dua minggu). Apotel kebanyakan dibangun di daerah peristirahatan (resort) di Eropa . Apotel dilengkapi dengan fasilitas kamar mandi dan dapur berikut segala perlengkapannya.
Youth Hostel yaitu semacam akomodasi yang diperuntukkan bagi wisatawan remaja, dengan perlengkapan dan fasillitas yang memadai namun tarif relatif murah. Penggunaan dan operasi kegiatannya biasanya diurus oleh suatu organisasi yang bergerak dalam pariwisata remaja.
Apartment adalah suatu jenis akomodasi yang diperuntukkan bagi wisatawan dan digunakan dalam waktu yang (agak) lama. Apatment menyediakan kamar tidur, kamar mandi, ruang tamu, serta dapur dengan berikut fasilitasnya.
Inn adalah suatu penginapan dalam bentuk yang amat sederhana. Banyak terdapat di Eropa, terletak di pinggiran kota atau pedalaman. Biasanya hanya menyediakan minuman-minuman saja.
Bungalow adalah suatu akomodasi berbentuk rumah yang dibangun di daerah pegunungan. Bungalow biasa digunakan untuk keluarga dalam waktu-waktu liburan sekolah.
Ryokan adalah suatu bentuk akomodasi khas Jepang yang mempunyai fasilitas serta pelayanan sesuai dengan kebiasaan bagi orang-orang Jepang.
Mess adalah jenis akomodasi yang didirikan oleh suatu instansi jawatan atau perusahaan untuk karyawannya bila ada keperluan tertentu atau liburan, dengan biaya yang relatif murah sekali.
Home Stay yaitu suatu jenis akomodasi yang berasal dari rumah-rumah penduduk yang memenuhi syarat-syarat kesehatan untuk tempat tinggal sementara dalam jangka waktu pendek.
Banyak pilihan akomodasi yang bisa kita gunakan untuk berwisata.
Kenali mana yang paling pas untuk kamu sesuai dengan kebutuhan dan budget yang kamu miliki. :)
Trinity (nama samaran), kembali dengan “Naked Traveler”-nya yang kedua. Trinity yang dulunya hanya “mbak-mbak kantoran” biasa ini sudah mengunjungi hampir semua provinsi di Indonesia dan 42 negara di dunia. Hengkang dari pekerjaannya, sekarang Trinity memilih untuk menjadi traveler penuh waktu dan penulis freelance. Ia menulis di blog www.naked-traveler.com dan berbagai majalah nasional.
Pada sampul “Naked Traveler 2”, terlihat komentar Tony Wheeler mengenai buku ini. Tony Wheeler ialah pendiri Lonely Planet, penerbit buku perjalanan terbesar di dunia. Mengapa bisa? Cerita awalnya, buku Wheeler yang berjudul “The Lonely Planet Story” diterbitkan dalam bahasa Indonesia oleh B-First (yang juga menerbitkan “Naked Traveler”). Trinity lah yang awalnya meng-endorse buku “The Lonely Planet Story” edisi Indonesia. Maka Trinity meminta Tony Wheeler, “I endorsed your book, please you endorse mine too”. Lalu sejumlah cerita di “Naked Traveler 2” diterjemahkan ke bahasa Inggris.
Seperti “Naked Traveler” sebelumnya yang merupakan curahan isi perjalanan Trinity, cerita perjalannya bukanlah seperti brosur yang hanya berisikan kalimat-kalimat indah saja supaya pembaca ingin datang ke daerah tersebut. Trinity menceritakan perjalanannya secara jujur dan apa adanya alias “naked”. Ia membahas suatu tempat dari sisi yang berbeda. Tidak hanya tempat wisatanya saja yang diceritakan, tetapi juga apa yang ada di tempat tersebut sampai bagaimana tingkah laku penduduk daerah tersebut. Seperti kata pepatah yang dilampirkan di intro buku ini “It’s not the destination, but the journey”. Ya, buku ini menceritakan perjalanan, bukan tempat tujuan saja.
Ada cerita dimana Trinity suka memperhatikan polisi di daerah-daerah yang ia kunjungi. Suatu ketika ia menemukan polisi di Fiji yang mengenakan rok miring rumbai-rumbai. Ia juga bercerita bahwa polisi di negara komunis jarang terlihat, karena kebanyakan polisi di negara komunis berpakaian biasa supaya bisa memata-matai orang. Trinity juga menulis tentang sambal-sambal yang pernah ia cicipi di berbagai daerah. Dan menurutnya sambal yang paling pedas adalah di Indonesia!
Meskipun sempat dibredel 3 cerita di “Naked Traveler” edisi pertamanya, Trinity tidak takut berkomentar secara terbuka dan agak frontal mengenai suatu daerah. Maka di “Naked Traveler 2” ini, 3 cerita yang sempat dibredel tersebut dimasukkan kembali. Ia tetap berani menunjukkan fakta-fakta yang ia temukan ketika berwisata. Misalnya pulau-pulau di Indonesia yang telah menjadi milik asing, seperti Pulau Bidadari yang dimiliki orang Inggris dan Pulau Sture yang dimiliki orang Malaysia. Meskipun kepemilikan pulau di Indonesia oleh asing ini pernah dibantah oleh pemerintah di tayangan berita, Trinity seperti cuek saja menuliskan hal ini. Ia juga menceritakan bahwa pulau-pulau tersebut ditutup pagar dengan plang “Dilarang Masuk!”.
Kisah perjalanan Trinity dituliskan secara ringan, lucu, dan menarik. Ia merekomendasikan suatu tempat secara tidak langsung dengan menceritakan keunikannya. Membaca cerita perjalanan Trinity bisa membuat pembaca menjadi ingin berjalan-jalan juga seperti dirinya. Buku yang bisa dimasukkan kategori buku traveling ini memang bukan buku pedoman pariwisata pada umumnya, dimana kita bisa mendapatkan segala hal yang ingin kita ketahui tentang suatu daerah wisata. Melalui “Naked Traveler 2” kita tetap bisa mendapatkan informasi mengenai daerah wisata tersebut dengan cara yang berbeda.
Bahasa dalam “Naked Traveler 2” lebih dewasa dibandingkan “Naked Traveler” pertama yang mengesankan agak labil dalam penulisannya. Namun di “Naked Traveler 2” ini banyak sekali penulisan kata “laik” yang maksudnya adalah “layak”. Entah karena begitu cara Trinity menulis “layak” atau mungkin karena penyunting juga tidak tahu kata mana yang tepat dengan bahasa Indonesia.
Bagi Anda yang menyukai traveling, “The Naked Traveler” memang dikhusukan untuk Anda. Buku ini juga bisa memberikan referensi tempat bagi Anda yang ingin berwisata. Bila belum ada biaya untuk berwisata ke luar negeri, jelajahi Indonesia sebenarnya juga bisa sangat menyenangkan. Karena Indonesia yang terbentang luas dari Sabang sampai Merauke ini memiliki tujuhbelas ribu lebih pulau-pulau. Selamat [ingin] berwisata setelah membaca buku ini! :)
Saat melakukan perjalanan, terkadang ada beberapa hal yang menghambat kenyamanan wisata kita. Entah itu ada hal yang keluar dari rencana, persediaan uang yang menipis, dan lain-lain. Hambatan-hambatan ini tentu dapat mengurangi kesenangan kita saat berwisata.
Maka dari itu, ada hal-hal yang harus kita pikirkan sebelum memutuskan untuk melakukan wisata:
Kemana hendak pergi? Yaitu daerah tujuan wisata mana yang jadi pilihan. Ketika sudah tiba di tujuan, tempat apa saja yang akan kamu kunjungi? Sebaiknya sebelum berangkat buat itinerary, supaya liburan kamu terjadwal dengan baik.
Kendaraan apa yang akan digunakan? Memakai pesawat, kapal laut, kereta api, mobil sendiri, atau kendaraan sewaan. Selain kendaraan menuju tempat tujuan, kita juga harus memikirkan kendaraan apa yang akan kita gunakan di tempat tujuan. Apakah menyewa mobil atau menggunakan kendaraan umum.
Dimana akan menginap? Kalau di hotel, hotel mana. Bila berkemah, pikirkan tempat yang sekiranya aman. Dan apabila di rumah penduduk, ada baiknya mengetahui keadaan penduduk setempat.
Apa yang dapat dilakukan di tempat tujuan?Apa yang dapat kita lakukan di tempat tujuan. Surfing, diving, berlayar, melihat museum, atau ada suatu event yang menarik di tempat tersebut. Pikirkan juga waktu yang tepat mengunjungi daerah tersebut.
Bagaimana pengaturan perjalanan?Apakah berangkat sendiri atau ikut rombongan dengan mengikuti paket travel.
Berapa kira-kira biaya yang akan dikeluarkan?Berapa jumlah keseluruhan biaya perjalanan yang akan dikeluarkan. Seperti ongkos pergi-pulang, akomodasi, makan dan minum, belanja, dan lain-lain.
Dimana pendaftaran dapat dilakukan?Bila memilih menggunakan tur, travel agent mana yang memiliki paket paling menarik? Atau bila tak menggunakan tur, cari tahu cara pembelian tiket pada tempat hiburan yang akan kamu datangi di daerah tersebut.
Selain tujuh hal tersebut, perlu diperhatikan pula bagaimana kondisi masyarakat pada daerah tujuan wisata yang akan kamu kunjungi. Di situ bumi dipijak, di situ langit dijunjung.
SophistravObag adalah travel bag berbentuk backpack yang multifungsi. SophistravObag ini tidak hanya berguna sebagai penyimpan barang bawaan Anda saat bepergian, tetapi juga memiliki fungsi-fungsi lain yang dapat mempermudah dan membuat perjalanan Anda jadi lebih menyenangkan.
SophistravObag memiliki kemampuan berinternet dengan menggunakan sejenis komputer mini satu layar sentuh, dilengkapi dengan wi-fi-nya sendiri di dalam tas tersebut. Komputer mini yang terletak dalam kantong depan SophistravObag ini dapat digunakan untuk program office, media, dan lain-lain layaknya komputer biasa. Hal ini difungsikan apabila pengguna ingin menulis apa yang terjadi selama liburannya untuk di-posting ke blognya atau mungkin memang ada pekerjaan yang harus dilakukan saat itu juga sehingga pengguna SophistravObag tidak perlu repot karena alat yang ia butuhkan lengkap ada dalam tasnya. Serta komputer ini juga dapat memasukkan foto, mengedit, sampai meng-upload. Selain itu juga bisa mendengarkan lagu melalui headset yang dihubungkan ke komputer tersebut. Komputer SophistravObag juga memiliki kamera yang dapat digunakan untuk melakukan video call.
Di bagian kantong depan bawah SophistravObag, terdapat magic food box, dimana Anda bisa menghangatkan atau mendinginkan makanan dan minuman. Jadi tidak perlu repot bila makanan yang ingin Anda makan sudah tidak hangat lagi atau minuman yang ingin Anda minum tidak dingin. Cukup memasukkan makanan atau minuman ke dalam magic food box tersebut, kemudian disetel sesuai dengan seberapa ingin Anda menghangatkan atau mendinginkannya. Magic food box pada SophistravObag ini sangat cocok bagi Anda yang backpacker.
Untuk memudahkan travelling Anda, pada tali tas SophistravObag juga dilengkapi GPS dan map supaya Anda tidak tersesat di daerah wisata yang baru Anda datangi. Serta terdapat juga program dictionary yang bahasanya bisa Anda pilih sesuai dengan daerah mana yang Anda datangi. Jadi selain tidak tersesat, ini juga akan memudahkan Anda berbicara dengan penduduk setempat lokasi wisata Anda.
Yang menarik lagi, di bagian dalam SophistravObag ini terdapat tempat penyimpanan dompet, paspor, dan barang penting lainnya yang hanya bisa dibuka oleh sidik jari pemilik SophistravObag tersebut. Jadi sistem di dalam SophistravObag ini mengingat data sidik jari pemilik yang di-setting di awal, sehingga membuat barang penting Anda aman di dalam tas.
Hebatnya, dengan semua kecanggihan yang dimiliki SophistravObag, tas ini bersifat anti air hingga ke dalaman 30 meter. Meskipun tersiram hujan atau tercebur ke air, SophistravObag tidak akan rusak dan tetap dapat berfungsi sebagaimana mestinya.
Tas ini memiliki beberapa pilihan warna yaitu hitam-merah, hitam, biru, merah, hijau, dan pink. Anda bisa mendapatkan kecanggihan dan keamanan serta terlihat menarik SophistravObag ini. Benar-benar sophisticated travel bag. :)
Sesuai dengan namanya, Travelogue membahas segala hal mengenai travelling.
Kami merasa bahwa Indonesia sebenarnya memiliki potensi pariwisata yang besar. Banyak daerah-daerah di Indonesia yang menarik untuk dikunjungi.
Harapan kami, sektor pariwisata ini juga dapat meningkatkan pendapatan negara.
Maka mari kita eksplor daerah-daerah wisata di Indonesia! :)